Tindakan TNI yang mengirim dua pesawat Sukhoi untuk membayangi pesawat Deputi PM PNG dinilai sudah sesuai prosedur. Indonesia diminta tidak perlu berlebihan menanggapi reaksi keras dari PNG.
Komisi I DPR mendukung upaya pasukan TNI AU membuntuti pesawat Deputi PM Papua Nugini yang melintasi Indonesia. Tindakan itu adalah upaya TNI menjaga kedaulatan NKRI.
Kemhan mengakui kalau 2 Sukhoi TNI sempat mengikuti pesawat yang ditumpangi Deputi Perdana Menteri Papua Nugini, Belden Namah akhir November lalu. Sukhoi hanya membayang-bayangi.
Kemlu menyampaikan tanggapan terkait insiden antara pesawat tempur RI dengan pesawat asing Papua Nugini. Menurut Kemlu, memang ada penghadangan, namun dinyatakan sesuai prosedur.
Pihak Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin TNI AU di Makassar mengaku tidak tahu-menahu terkait tudingan pemerintah Papua Nugini, yang menyebutkan pesawat Jet Falcon-nya dibuntuti dua pesawat jet milik militer Indonesia, November 2011 lalu.
Kemhan membantah tudingan Papua Nugini (PNG) terkait insiden di langit Indonesia pada 29 November 2010. Pada tanggal itu, sama sekali tidak ada pesawat militer RI yang terbang 'mengganggu'.
Pemerintah Papua Nugini (PNG) marah besar kepada pemerintah RI setelah dua pesawat TNI "mengawal" jet PNG saat melintasi Indonesia. Rumornya, jet TNI membuntuti pesawat PNG karena membawa uang dolar AS dalam jumlah besar.
Jumpa pers Menlu Marty Natalegawa terkait perkembangan mutakhir tentang hubungan Indonesia-Papua Nugini (PNG) batal. Hal ini karena ada perkembangan 'mendadak."
Hubungan Indonesia dan Papua Nugini (PNG) beriak menyusul ancaman pemerintah PM Peter O'Neil untuk mengusir Dubes RI. Karena itulah Menlu Marty Natalegawa akan memberikan keterangan pers terkait hal itu.