Meski menuai kecaman, tapi serangan pasukan sekutu terhadap militer Libya ternyata dapat dibenarkan. Bahkan ada payung hukum dan alasan untuk membenarkan aksi militer yang dimotori Prancis, Kanada, Italia, Inggris dan AS itu.
Pasukan sekutu gabungan dari Amerika Serikat (AS), Prancis, Inggris, Kanada dan Italia mulai menyerang Libya. Masuknya pasukan sekutu ini dikhawatirkan akan membuat Libya seperti Irak, jatuh dalam konflik sektarian karena ada kekosongan kekuasaan.
Pesawat tempur sekutu pimpinan Prancis sudah diterjunkan untuk menghadang pasukan pimpinan Libya, Muammar Khadafi. Sebelumnya AS dan Inggris juga sudah melepaskan 110 rudal Tomahawk. Yuk, kita lihat peta kekuatan sekutu!
Perang antara tentara North Atlantic Treaty Organization (NATO) dan tentara Libya sudah memakan korban. 48 Orang tewas dan 150 orang lainnya luka-luka.
AS dan Inggris dengan menggunakan kapal perang dan kapal selamnya telah meluncurkan 110 rudal Tomahawk ke arah pertahanan udara Khadafi di sekitar ibu kota Tripoli dan kota barat Misrata.
Pasukan AS bergabung dengan empat negara-negara lainnya untuk melancarkan serangan terhadap Libya. Presiden AS Barack Obama menegaskan bila keterlibatan AS hanya untuk mendukung upaya Internasional.
Angkatan udara Prancis menghancurkan tank dan kendaraan lapis baja Libya. Intervensi militer itu merupakan mandat PBB untuk melindungi warga sipil dari serangan pasukan Muammar Khadafi.