Menghadapi liburan hari raya Imlek, PT KA Daop II Bandung tambah lima gerbong ke arah Timur untuk mengantisipasi lonjakan penumpang yang sudah mencapai 90 perse.
Meski Tol Cipularang di KM 114.800 sudah dapat dilalui kendaraan, pengendara tetap diminta tetap awas dengan pergerakan tanah di sekitar lokasi kejadian longsor dua hari lalu.
Meski urugan tanah longsor di Kilometer 114,800 Tol Cipularang sudah dibersihkan, namun lajur yang dibuka baru satu. Sehingga saat melewati area tersebut, kendaraan harus melambatkan kecepatannya.
Rabu (14/1/2009), ruas tol Purbaleunyi di KM 114,800 sudah mulai bisa dilalui kendaraan yang akan melintasinya. Untuk menghindari longsor lagi, petugas nonstop memantau titik rawan longsor di tol Cipularang.
Untuk kembali mencegah terjadinya longsor di Tol Cipularang tepatnya di Kilometer 114.8, Jasa Marga mengambil dua alternatif sementara untuk melakukan penguatan struktural di tebing yang longsor.
Tebing di KM 114,8 Tol Cipularang masih berpotensi longsor jika hujan terus mengguyur. Karena itu pihak Jasa Marga akan menerjunkan petugas untuk terus memantau dan menjaga lokasi longsor.
Longsoran tanah yang sempat menutupi Tol Cipularang mulai bisa diangkut. Ruas tol itu mulai bisa dilalaui mobil sedan dan minibus, sedangkan untuk kendaraan berukuran besar masih dialihkan melalui pintu keluar Tol Jatiluhur (TMC).
Agar arus lalu lintas Tol Cipularang dari arah Jakarta ke Bandung maupun sebaliknya lancar, PT Jasa Marga menargetkan pengerukan longsoran yang menghalangi jalan akan selesai malam ini, Selasa (13/1/2009).
Longsor di kilometer 114 Tol Purbaleunyi diperkirakan berawal dari bagian bawah tebing. Hujan lebat membuat tanah di kaki bukit yang difungsikan sebagai sawah oleh masyarakat menjadi semakin gembur.