Tanggal 22 Desember 1928 menjadi sejarah para pejuang wanita Indonesia memperjuangkan hak kaum perempuan. Ini pun sekaligus secara resmi diperingatinya Hari Ibu
Tanggal 22 Desember 1928 menjadi sejarah para pejuang wanita Indonesia memperjuangkan hak kaum perempuan. Ini sekaligus secara resmi diperingatinya Hari Ibu.
Tokoh lintas agama di Surabaya menggelar doa bersama. Kegiatan ini untuk Indonesia lebih baik, tanpa adanya intoleransi yang berpotensi memecah belah persatuan.
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan ikut memberikan orasi saat apel Nusantara Bersatu di Gasibu. Menurutnya Indonesia ditakdirkan menjadi bangsa besar dan unik.
Ibu Umeh (51) warga Desa Caringin Kulon, Sukabumi ini berbinar matanya. Gubuk reyotnya berukuran 4x6 meter persegi disulap menjadi sebuah rumah layak huni.