Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono tiba-tiba mengirimkan SMS blast kepada seluruh kader Partai Demokrat. Anehnya, nama Ketua Umum Anas Urbaningrum tak disebut.
Perang Mahabarata sepertinya sedang pecah di Partai Demokrat. Para senior tak lagi segan meminta Anas mundur, sementara loyalis Anas tak gentar dan terus melawan para 'sengkuni'. 2 Kubu di internal PD terang-terangan telah perang terbuka.
SMS dari Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat (PD), SBY, yang berisi doa penyelamatan partai tak menyebut nama Ketum PD Anas Urbaningrum. Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Marzuki Alie tak mempermasalahkan hal itu.
Dari tanah suci, Ketua Dewan Pembina PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengirim SMS penyelamatan PD. Namun nama Ketum PD Anas Urbaningrum tak masuk sebagai pihak yang dikirimi SMS. Ada apa?
Presiden SBY mengirim SMS kepada seluruh kader Partai Demokrat (PD). Pesan singkat itu dikirim SBY dari tanah suci Makkah, Saudi. Dari tanah suci, SBY meminta semua kader berdoa untuk keselamatan PD.
Desakan agar Partai Demokrat (PD) menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) menyeruak seiring dengan rendahnya hasil survei elektabilitas partai. Majelis Tinggi PD bisa mengusulkan digelarnya KLB.
Desakan agar Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyelamatkan Partai Demokrat (PD) terus bergema. SBY dianggap satu-satunya sosok yang mampu menyelamatkan PD.
Internal Partai Demokrat tengah bergejolak. Sejumlah petinggi, menteri dan gubernur asal partai bintang mercy itu menuntut ketua umumnya, Anas Urbaningrum, untuk mundur. Anas pun enteng menanggapi. Ciyusss.
Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum diminta legowo mundur setelah elektabilitas partai itu semakin terpuruk. Menurut survei teranyar, elektabilitas Demokrat tinggal 8 persen.