Amerika Serikat (AS) segera mengalihkan kendali atas operasi militer di Libya dalam waktu dekat. Keputusan ini diambil di tengah munculnya spekulasi bahwa kepemimpinan AS dalam penyerangan terhadap Libya akan berlanjut.
Pasukan AS bergabung dengan empat negara-negara lainnya untuk melancarkan serangan terhadap Libya. Presiden AS Barack Obama menegaskan bila keterlibatan AS hanya untuk mendukung upaya Internasional.
Angkatan udara Prancis menghancurkan tank dan kendaraan lapis baja Libya. Intervensi militer itu merupakan mandat PBB untuk melindungi warga sipil dari serangan pasukan Muammar Khadafi.
Inggris termasuk negara yang gigih memperjuangkan resolusi PBB terhadap Libya. Menurut PM David Cameron, Inggris tak bisa membiarkan Muammar Khadafi membunuh rakyatnya tanpa pandang bulu.
Serangan udara yang dilancarkan pesawat-pesawat tak berawak milik Amerika kembali merenggut nyawa warga sipil Pakistan. Pemerintah Pakistan pun marah. AS didesak untuk minta maaf.