Semua ini demi untuk menyelamatkan generasi mendatang. Anak cucu kita sendiri. Tampaknya kita lebih condong kepada pemikiran melupakan. Yang lalu biarlah berlalu. Seolah nyawa manusia begitu murah sehingga layak dilupakan.
Sedikitnya 5 goyangan gempa terjadi sepanjang Sabtu malam hingga Minggu pagi di Tanah Air. Gempa-gempa tersebut merupakan buntut gempa besar yang terjadi sebelumnya.
Sedikitnya 15 rumah warga di Dusun Turgo, Desa Pakembinangun, Kecamatan Pakem Sleman, Yogyakarta rusak akibat terkena angin kencang. Tidak ada korban jiwa, namun beberapa wilayah mengalami listrik padam.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa berkekuatan 6,4 Skala Richter (SR) yang terjadi di sebelah barat Ujung Kulon tidak berdampak tsunami. Gempa tersebut terlalu kecil untuk timbulkan gelombang tsunami.
Ombak besar setinggi empat meter kembali menghantam kawasan pesisir selatan Kulonprogo. Akibatnya tiga bangunan rusak dan roboh diterjang ombak di kawasan Pantai Trisik, Kecamatan Galur, Kulonprogo.
Gempa berkali-kali melanda Indonesia belakangan ini. Berawal di Tasikmalaya, Yogyakarta, Aceh, Nusa Tenggara Barat, Toli-Toli, dan disusul Bengkulu, dengan kekuatan bervariasi. Mengapa gempa sering mampir?
Gempa di kawasan Yogyakarta sebesar 6,8 SR tidak menimbulkan kerusakan. Meski gempa dirasakan hingga Bali namun episentrum yang jauh dari pemukiman tidak menimbulkan dampak apa pun.