Ingat film Behind Enemy Lines? Film yang diangkat dari kisah nyata seorang pilot Angkatan Laut AS yang pesawatnya ditembak jatuh di wilayah konflik Bosnia-Serbia. Walau bukan karena serangan lawan, 2 pilot AS hampir mengalami nasib serupa di Libya.
Gara-gara kegagalan mekanik, jet tempur US Air Force (USAF) jatuh di Libya. Beruntung lokasi jatuhnya jet masuk dalam daerah yang dikuasai anti Moammar Khadafi sehingga 2 krunya yang sempat melontar bisa diselamatkan.
Sebuah pesawat tempur Angkatan Udara Amerika Serikat jatuh di Libya. Menurut militer AS, jatuhnya pesawat karena kegagalan mekanik dan bukan karena serangan musuh.
Senada dengan Ketua MPR Taufiq Kiemas, Ketua DPR Marzuki Alie juga mengecam keras serangan sekutu ke Libya. Sekutu termasuk Amerika Serikat (AS) dinilai hanya berani menyerang negara-negara yang kaya akan minyak.
Sejumlah anggota Kongres AS dari Partai Republik menyebut aksi militer ke Libya tidak konstitusional. Sebabnya, Presiden AS Barack Obama tidak lebih dulu meminta persetujuan Kongres.
Presiden Rusia Dmitry Medvedev dan PM Vladimir Putin untuk pertama kalinya "berantem" tentang Libya. Medvedev menyebut statemen Putin yang membandingkan serangan Sekutu pada Libya dengan perang salib abad pertengahan adalah "tidak bisa diterima."
Pasukan sekutu membombardir Libya sejak Minggu (20/3) lalu. Kompleks kediaman pemimpin Libya Muammar Khadafi hancur. TKI yang bekerja sebagai penjahit bagi istri Khadafi dikabarkan sudah pulang kampung.