Iran untuk pertama kalinya mengakui secara terang-terangan bahwa pihaknya sedang dalam pembicaraan dengan Arab Saudi, rivalnya di kawasan Timur Tengah.
Iran bertekad untuk menutup akses inspeksi pengawas nuklir PBB ke pembangkit nuklirnya mulai pekan depan jika AS tidak juga kembali ke kesepakatan nuklir 2015.