Serangan AS ke sejumlah wilayah di Iran pada pertengahan 16 dan 17 Juli 2006 menghancurkan beberapa infrastruktur sipil dan menewaskan setidaknya 8 orang.
Garda Revolusi Iran meluncurkan rudal ke pesawat militer AS di Yordania, menyebabkan kerusakan parah. Mereka juga menyerang dua kapal tanker di Selat Hormuz.
Presiden AS Donald Trump mengatakan tidak lagi peduli dengan kesepakatan damai AS dan Iran. Trump menegaskan dirinya tidak ingin Iran memiliki senjata nuklir.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan negara menghadapi "perang skala penuh" dengan AS, menekankan dampak ekonomi dan potensi ketidakpuasan masyarakat.