DPR selalu menjadi sorotan ketika melakukan studi banding ke luar negeri. Kritikan selalu mengalir deras ke lembaga legislatif itu. Tapi, anggota DPR maju terus pantang mundur. Efektifkah studi banding?
Anggota Fraksi PDIP tak satu pun ikut dalam empat rombongan DPR yang kunker ke tiga negara. FPDIP masih memberlakukan moratorium (pembatasan) kunker ke luar negeri untuk internal fraksinya.
Fraksi Gerindra bersama PDIP tak menempatkan satu pun anggotanya dalam empat rombongan anggota DPR yang kunker ke luar negeri. Ternyata Anggota Fraksi Gerindra memang dilarang Ketua Dewan Pembina Prabowo Subianto untuk ikut kunker ke luar negeri.
Anggota Fraksi PDIP dan Gerindra ternyata tak ada yang ikut kunker DPR ke luar negeri. Kedua fraksi melarang anggotanya untuk ikut. Lalu bagaimana dengan fraksi lainnya?
DPR kembali melakukan serangkaian kunjungan kerja (kunker) ke luar negeri. Padahal sebelumnya sempat ada usulan yang kuat mengenai moratorium (pembatasan) kunker ke luar negeri. Bagaimana nasib usulan tersebut?
Badan Legislasi (Baleg) DPR melakukan kunjungan kerja ke Inggris dan Jerman dalam rangka penyusunan rancangan undang-undang Keinsinyuran. Baleg heran kenapa kunker luar negeri DPR selalu dipermasalahkan.
Badan Legislatif DPR melakukan kunjungan kerja ke Inggris dan Jerman. Kunker kali ini dilakukan untuk mengkaji penyusunan rancangan undang-undang Keinsinyuran.
Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) menghitung anggaran kunjungan Komisi XI DPR ke Brazil dan Jerman pada pertengahan November ini. Anggaran yang dikeluarkan cukup besar, sekitar Rp 1,8 miliar.