Sebagai bukti penolakan adanya Republik Maluku Selatan (RMS) di Maluku, sekitar 100 aktivis Front Mahasiswa Maluku Anti RMS di Malang membakar bendera RMS.
Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu mengatakan, untuk mengantisipasi konflik menjelang HUT RMS, pihaknya telah melakukan sejumlah langkah antisipatif.