Indonesia punya ketergantungan yang tinggi terhadap pasokan BBM dari negara lain. Impor BBM jenis premium mencapai 70% dari kebutuhan nasional, sementara impor solar adalah 30%.
Sektor energi Indonesia harus menjadi prioritas khusus yang dibenahi Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pasalnya, 70% kebutuhan premium dan solar nasional masih mengandalkan pasokan dari luar negeri alias impor.
Beberapa waktu lalu, muncul kabar bahwa pemerintahan Presiden Joko Widodo akan menaikkan harga BBM bersubsidi. Setelah Jokowi resmi dilantik dan kabinet sudah terbentuk, apakah harga BBM benar-benar akan naik?
Isu BBM (Bahan Bakar Subsidi) selalu merongrong pemerintah, siapa pun itu presidennya. Karenanya kendaraan berbahan bakar alternatif pun harus disiapkan.
Pertamina memperkirakan jatah BBM subsidi bakal jebol 1,61 juta KL. Cara efektif mengatasi kondisi tersebut paling baik adalah menaikkan harga BBM subsidi.
OJK menilai bila rencana Presiden Jokowi menaikan harga BBM bersubsidi berhasil terealisasi maka dapat menaikan harga saham perusahaan tercatat di pasar modal.
Mencari minyak dan mengangkatnya dari perut bumi hingga diolah menjadi bahan bakar minyak (BBM) bukanlah perkara mudah. Perlu usaha dan tentunya biaya yang tidak sedikit.