Pembunuh mahasiswi Akademi Kebidanan Desi Sukiman (20) di Ciracas, Jakarta Timur, SS alias R (21), akhirnya ditangkap. Jejak-jejak sang pembunuh akhirnya terungkap dari sepasang sandal jepitnya yang tertinggal di kos-kosan korban.
Tak butuh waktu lama bagi polisi untuk menangkap pembunuh Desi, mahasiswi kebidanan di kamar kosnya di Ciracas, Jakarta Timur. Rencananya kasus ini akan dirilis siang nanti.
Mahasiswi Akademi Kebidanan Desi Sukiman (20) ditemukan tewas di kamar kosnya di kawasan Ciracas, Jakarta Timur pada Selasa (3/6/2014) malam. Polisi hingga kini masih terus berusaha mengungkap kasus ini. Berikut adalah 5 fakta di balik pembunuhan sadis Desi:
Polisi terus menggali informasi kasus pembunuhan Desi Sukiman (20). Dari keterangan saksi, dipastikan tidak ada suara gaduh dari kamarnya saat pembunuhan terjadi.
Polisi telah menemukan titik terang terkait kasus pembunuhan Desi Sukiman (20), mahasisiwi Kebidanan Jayakarta yang tewas dibunuh di kamar kosnya di Ciracas, Jakarta Timur. Pelakunya masih diburu.
Polisi masih menyelidiki kasus pembunuhan mahasiswi kebidanan Desi Sukiman (20) yang ditemukan tewas di kosannya di Ciracas, Jakarta Timur. Dugaan mengenai pembunuhan itu dilakukan rekan korban masih ditelusuri.
Polisi masih melakukan penyelidikan terkait tewasnya Desi Sukiman (20), mahasiswi Akademi Kebidanan Jayakarta di kontrakannya di Ciracas, Jaktim. Desi mengalami luka parah di bagian wajah.
Nasib tragis dialami Desi Sukiman (20). Mahasiswi Akademi Kebidanan Jayakarta itu tewas di tangan seorang pembunuh yang mengambil barang-barang berharganya. Seperti apa sosok Desi sehari-hari?
Polisi mengungkapkan banyak luka sayatan dan benturan di tubuh mahasiswi kebidana Desi Sukiman (20). Pelaku pembunuhnya diduga bertindak sadis saat beraksi.