Simak rangkuman kasus pembullyan di SMA Internasional di Tangerang Selatan (Tangsel), Pondok Pesantren (Ponpes) Kediri, hingga di Batam, Kepulauan Riau (Kepri).
Polisi mengungkap fakta bullying siswa SMA Internasional terjadi dua kali. Aksi bullying dilakukan para tersangka dengan dalih 'tradisi' masuk geng tai.
Polisi menetapkan 12 tersangka kasus bullying SMA Internasional, 8 di antaranya anak di bawah umur. Aksi bullying dilakukan dengan dalih 'tradisi' masuk geng.
Polisi ungkap alasan siswa di SMA internasional menjadi korban perundungan karena 'tradisi' sebuah geng. Ibu korban cerita alasan anaknya ingin bergabung geng.
Orang tua korban perundungan yang melibatkan siswa SMA internasional mengatakan luka fisik anaknya sudah membaik. Namun, anaknya itu masih suka menyendiri.