Pakar ITS Ary Bachtiar menilai diplomasi energi pemerintah penting untuk ketahanan energi nasional. Penguatan produksi dan energi alternatif juga diperlukan.
Indonesia tetap bergerilya mencari pasokan minyak tambahan ke Amerika Serikat (AS) meskipun sejauh ini sudah sepakat impor 150 juta ton minyak dari Rusia.