Pakar Iklim dan Meteorologi BRIN, Prof Edvin Aldrian, menyebut faktor utama yang dapat menenggelamkan sebagian wilayah Jakarta adalah penurunan muka air tanah.
Pada semester I 2021 mengalami peningkatan 164% year over year (yoy), dari Rp 5,78 triliun pada tahun 2020, menjadi Rp 15,26 triliun semester awal tahun 2021.