Menggambar selalu menjadi hal yang menyenangkan bagi Rahma. Setidaknya dalam tiga tahun terakhir, sejak ia jatuh sakit, hingga membuat kedua kakinya lumpuh.
Selama pandemi anak-anak cerebral palsy paguyuban Semar Cakep merasa kesulitan dan enggan terapi rutin di rumah sakit karena takut akan penyebaran virus.