detikNews Nias Hancur, Banyak yang Mati "Di sini banyak rumah yang hancur, banyak yang mati," kata warga Gunung Sitoli. Sekitar 60% bangunan bertingkat rata dengan tanah. Selasa, 29 Mar 2005 13:58 WIB
detikNews Pengungsi Korban TPA Longsor Tuntut Diberi Bahan Makanan Pengungsi korban longsor bukit sampah di TPA Leuwigajah mengeluhkan minimnya jatah makanan matang dan menuntut diberi bahan makanan saja. Kamis, 24 Feb 2005 16:32 WIB
detikNews Takut Rumah Roboh, Warga Palu Masak & Tidur di Luar Tiga hari pasca gempa yang mengguncang Palu, Sulteng, sekitar 400 kepala keluarga warga Desa Bora, Donggala masih tidur dan masak di luar rumah. Kamis, 27 Jan 2005 01:15 WIB
detikNews Bau Busuk Makin Menyengat, Penanganan Korban Aceh Lamban Bau busuk makin menyengat di kota Banda Aceh. Bau busuk itu berasal dari mayat-mayat yang berserakan. Penanganan terhadap pengungsi masih kacau. Kamis, 30 Des 2004 15:55 WIB
detikNews Pengungsi Aceh Histeris: Makan, Makan! Dua hari setelah Tsunami menyapu Aceh, masyarakat sangat membutuhkan bahan makanan. Banyak warga yang kelaparan. Selasa, 28 Des 2004 12:42 WIB
detikNews Hindari Gempa dan Tsunami, Nurnita Alami Luka Bakar Tidak sedikit para korban yang selamat dari gempa dan gelombang Tsunami yang menderita luka. Termasuk, Nurnita, yang mengalami luka bakar. Senin, 27 Des 2004 13:38 WIB
detikNews FPI Siap Buka Kembali Pintu Makam Keramat Tanjung Priok Sekitar 100 laskar FPI yang bersenjatakan pentungan dan kayu yang dililit kawat berduri kini tengah menyiapkan diri membuka pintu pagar makam keramat. Kamis, 23 Des 2004 11:51 WIB
detikNews SBY: Rakyat Ingin Ada Perubahan SBY melakukan roadshow ke Jatim, Jateng dan Yogya. Hasilnya, masyarakat ingin ada perubahan dan perbaikan di masa depan. Kamis, 07 Okt 2004 16:29 WIB
detikNews Tarif Air Minum PDAM di Jakarta Dinilai Mahal Tarif air minum PDAM sebesar Rp 5.430 per meter kubik yang diterapkan pada warga DKI Jakarta saat ini dinilai terlalu mahal. Sabtu, 28 Agu 2004 15:56 WIB
detikNews Asap & Minim Air Warnai Pontianak Warga Pontianak hanya bisa pasrah. Kabut asap masih pekat menyesakkan dada. Ditambah lagi dengan minimnya air bersih karena terinterusi air laut. Selasa, 29 Jun 2004 23:21 WIB