Muara Siberut adalah pintu masuk Kepulauan Mentawai selain Ibu Kota Kabupatennya yaitu Kota Tua Pejat. Hampir setiap hari disiram hujan, tapi tidak pernah terlihat sepi. Sebelum masuk lebih dalam untuk melihat suku pedalaman Mentawai, ada baiknya mampir dulu di sini.
"Nggak ke Kepri kalau nggak nyobain Gong-gong" menurut salah satu kawan yang berasal dari Tanjung Pinang. Dari beberapa referensi pun mengatakan kalau gong-gong adalah makanan khas kepulauan Riau dan saya sendiri belum tau bentuk gong-gong sendiri seperti apa. Bertanya pada kawan yang asli Tanjung Pinang itu pun dijawabnya "yaudah, coba aja nanti, pasti enak deh.."
Sekilas pantai Pangandaran nampak sama dengan pantai-pantai lain di Indonesia, tidak jauh beda dengan pantai Kuta. Namun ternyata Pangandaran memiliki keistimewaan tersendiri.
Pagi-pagi buta kami beranjak dari penginapan Pondok Remaja Rhino menuju Pulau Peucang. Cuaca pantai yang dingin menusuk tulang. Meski dua lapis baju kupakai, tapi suasana tepi pantai di Sumur tetap saja membuatku berpikir, “Kemanakah petualangan ini selanjutnya?”
Kebanyakan orang pasti sepakat, ular adalah binatang melata yang menakutkan. Ular bisa menyebabkan kematian dengan bisanya yang beracun atau lilitannya yang sangat kuat. Namun lain halnya dengan ular-ular yang berada di suatu pulau karang, yang disebut Pulau Ular, di Kec. Wera, Kab. Bima, Propinsi NTB.
Petualangan peserta ACI, Putri Rizki Yulianti, sampai di Kabupaten Siak, Riau. Di sini, ia mengunjungi Istana Siak. Di dalam kompleks terdapat bangunan istana seluas 1000 meter persegi yang terdiri dari dua lantai. Jika sore hari, banyak pengunjung duduk menghabiskan hari.
Kabupaten Siak terletak di sebelah selatan kota Pekanbaru memiliki beberapa objek wisata menarik diantaranya adalah istana Siak, Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah, dan Kompleks makam raja-raja.
Datanglah ke taman Rawa Pening pada jam 5.00 pagi pada saat sunrise. Dan menunggu di dermaga tepi danau untuk memotret keindahan panorama danau Rawa Pening, konon suasana pagi di Rawa pening sangat misterius dan mistis.
Umumnya rumah makan menutupi 'tampilan' makanan selama Ramadan ini. Namun pasar kuliner khas Palembang yang terletak di bawah jembatan Ampera, 16 Ilir Palembang, tetap memamerkan semua jenis makanan yang dijual dari pagi hingga malam hari.