Suhu politik internal Partai Demokrat (PD) masih panas pasca Rapimnas. Politikus PD Ruhut Sitompul pun masih terus meminta Ketua Umum PD Anas Urbaningrum mundur.
Majelis Tinggi Partai Demokrat (PD) telah mengambil alih kewenangan Ketua Umum PD Anas Urbaningrum. Majelis Tinggi pun berharap status Ketua Umum PD Anas Urbaningrum diperjelas.
Majelis Tinggi Partai Demokrat (PD) sepertinya memberikan syarat yang berat pada Ketua Umum PD Anas Urbaningrum sebelum mengembalikan kewenangannya. Syaratnya, elektabilitas PD harus mencapai sedikitnya 15%.
"Ada pandangan demikian biar jadi catatan sejarah bahwa adanya perbedaan pandangan, tapi tujuannya sama mencintai partai ini," kata Ketua DPP PD, Didi Irawadi Syamsuddin.
"Tidak ada menang-menangan. Rapimnas adalah ritual organisasi untuk membahas hal strategis dan politis. Selesai sudah dan akan lebih baik lagi. Ini tentang kemenangan Demokrat," Ketua DPP PD, Gede Pasek Suardika.
Sebelum Rapimnas Partai Demokrat digelar, DPP, DPD, dan DPC PD pecah kongsi. Suara mendesak Ketua Umum PD Anas Urbaningrum dilengserkan meluas. Namun ternyata Rapimnas PD berjalan adem ayem, berakhir antiklimaks.
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono kemarin mendinginkan tensi di kalangan internal partainya yang belakangan memanas. “Anas sebagai ketua umum otomatis Wakil Ketua Majelis Tinggi,” katanya.
Bagaimana Partai Demokrat menghadapi badai elektabilitas yang ambruk serta posisi Ketua Umum Anas Urbaningrum yang 'digoyang'? Simak wawancara khusus Harian Detik dengan anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Hayono Isman. Dia juga bicara tentang PSSI dan dunia olahraga.