detikFinance IHSG Naik 3,946 Poin IHSG ditutup menguat 3,946 poin ke level 1.100,878. Pelaku pasar melakukan pembelian selektif, dan terkonsentrasi pada saham unggulan. Senin, 13 Jun 2005 16:19 WIB
detikFinance Bank Danamon Akui Langgar BMPK Bank Danamon mengakui telah terjadi pelanggaran batas minimum pemberian kredit (BMPK) dalam akuisisi 75 persen saham PT Adira Dinamika Finance. Jumat, 10 Jun 2005 16:43 WIB
detikFinance IHSG Naik 2,743 Poin IHSG naik 2,743 poin ke level 1.096,932. Indeks kembali menguat setelah pada sesi I melemah seiring menguatnya kembali nilai tukar rupiah. Jumat, 10 Jun 2005 16:23 WIB
detikFinance BI Nilai Akuisisi Adira oleh Bank Danamon Langgar BMPK BI melayangkan surat teguran kepada manajemen Bank Danamon atas pelanggaran BMPK dalam akuisisi 75 persen saham PT Adira Dinamika Finance. Jumat, 10 Jun 2005 16:13 WIB
detikFinance BRI Usulkan Hapus Tagih Rp 732 M Manajemen BRI mengusulkan hapus tagih utang tahun 2005 sebesar Rp 732,9 miliar. Usulan ini telah diajukan melalui RUPS yang digelar pada 17 Mei lalu. Rabu, 08 Jun 2005 13:13 WIB
detikFinance IHSG Turun 4,019 Poin Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Selasa (7/6/2005) turun 4,019 poin pada level 1.092,814. Selasa, 07 Jun 2005 16:41 WIB
detikFinance IHSG Naik Tipis 1,037 Poin Didorong lonjakan harga Semen Gresik, IHSG pada Jumat (3/6/2005) akhir pekan naik tipis 1,037 poin pada level 1.092,502. Jumat, 03 Jun 2005 16:36 WIB
detikFinance Rupiah Jatuh, IHSG Turun 5 Poin Akibat melemahnya Rupiah hingga menembus level Rp 9.550 per dolar AS, IHSG akhirnya ditutup melemah 5,228 poin pada level 1.082,941. Rabu, 01 Jun 2005 16:26 WIB
detikFinance Indeks Naik 3,906 Poin Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Rabu (25/5/2005) naik 3,906 poin pada level 1049,056. Kenaikan indeks masih terbatas karena adanya tekanan dari kenaikan suku bunga SBI pada lelang hari ini. Rabu, 25 Mei 2005 16:54 WIB
detikFinance Soal Obligasi, Bank Danamon & Niaga Tunggu Pasar Kondusif Bank Danamon dan Bank Niaga masih terus mengkaji rencana penerbitan obligasinya dan menunggu hingga kondisi pasar benar-benar kondusif. Rabu, 25 Mei 2005 15:54 WIB