Kemenhut LH telah mengembalikan sebagian burung Kakatua Jambul Kuning ke habitat asalnya. Meski begitu gerakan #SaveSiJambulKuning akan terus berlanjut.
Setelah ditempatkan di penangkaran selama lima bulan, Kakatua Jambul Kuning mulai dikembalikan ke habitat asalnya dan dilatih agar bisa hidup di alam liar.
Menteri Siti Nurbaya Bakar bercerita banyak soal berbagai isu lingkungan hidup dan kehutanan, termasuk efek gerakan #SaveSiJambulKuning. Bagaimana kisahnya?<br /><br />
Taman Margasatwa Ragunan mengaku belum mendapat konfirmasi apakah burung kakatua jambul kuning hasil pengembalian dari masyarakat itu nantinya akan dilepasliarkan atau tidak. Pihaknya saat ini fokus pada perawatan dan karantina.
Hewan langka kakatua jambul kuning yang dikumpulkan oleh BKSDA diserahkan ke penangkaran taman burung Taman Mini Indonesia Indah (TMII) untuk direhabilitasi sebelum dilepasliarkan. Berikut tahapan rehablitasi hewan langka itu.
Gerakan #SaveSiJambulKuning makin menarik respon masyarakat untuk beramai-ramai merelakan burung kakatuanya ke alam liar. Petugas BKSDA DKI merespons untuk segera menjemput burung eksotis itu bagi masyarakat yang ingin melepasliarkan burung itu.
Anda memelihara hewan langka? Mau jenis apapun baik burung atau yang lainnya segera saja serahkan ke pemerintah. Bila Anda benar-benar menyayangi binatang dan peduli akan kelestariannya, caranya bukan dikurung.