"Kondisinya ya... sampahnya memang masih kondusif, tidak terlalu banyak. Hanya mengapung-apung aja. Tapi kita tetap kerahkan tiga alat berat," kata Rohmat.
Dahulu, ada tradisi yang efektif membuang sampah yang menumpuk di Sungai Citarum, namun kini telah hilang. Masyarakat Walahar menyebut tradisi itu ngabedahkeun.
"Saya dari dua tahun yang lalu 2017, sebelum cuti Pilkada minta di perbatasan Kota dan Kabupaten Bogor ada dam yang dipakai screen," kata Rahmat Effendi.
Banjir yang menerjang sebagian wilayah Sulsel berefek pada penumpukan sampah. Sampah ini berupa kayu-kayu yang memanjang sekitar 2 km di pinggir pantai.