Penyebab terjadinya musibah Sukhoi memang masih belum bisa dipastikan. Belakangan muncul dugaan adanya interferensi atau gangguan spektrum frekuensi radio yang terhubung ke dan dari pesawat nahas tersebut.
Berbeda dengan keterangan dari PT Trimarga Rekatama, KNKT malah mengakui bahwa pesawat pabrikan Rusia tersebut diganti saat berada di Karachi, Pakistan.
Cockpit Voice Recorder (CVR) pesawat Sukhoi Superjet 100 sudah berada di tangan KNKT. KNKT bersama dari tim Rusia langsung menerjemahkan transkrip pembicaraan yang berada di dalam pesawat ke dalam bahasa Inggris.
Cockpit voice recorder (CVR) yang merupakan bagian dari black box Sukhoi Superjet 100 telah ditemukan. 2 Profesor dari Rusia dan Indonesia akan bekerja sama untuk meneliti black box tersebut.
Parasut yang ditemukan anggota Kopassus di lokasi jatuhnya di Gunung Salak sempat menjadi misteri. Namun KNKT menyatakan Sukhoi memang membawa parasut di bagian bagasi pesawat itu.
Besaran asuransi bagi korban kecelakaan Sukhoi di Gunung Salak masih dalam tahap pembicaraan. Perusahaan pembuatan ini menjamin pemberian asuransi sesuai dengan ketentuan hukum yang ada.
6 Orang sudah dikirim Divisi Tanggap Darurat Partai Demokrat untuk membantu evakuasi korban Sukhoi. Namun mereka sudah ditarik dari lokasi. Jika waktu evakusi diperpanjang, PD akan kembali mengirimkan tim.
Simpang siur ada tidaknya parasut di Sukhoi Superjet 100 telah berakhir seiring dengan penyerahan benda itu dari Kopassus kepada Danrem Bogor. Parasut itu ditemukan sudah dalam kondisi setengah terbakar.
Keberadaan parasut di lokasi kecelakaan pesawat Sukhoi SuperJet 100 sempat menjadi misteri. Nah, malam ini Komando Pasukan Khusus (Kopassus) menyerahkan parasut terjung payung itu.