Banyak kejadian yang terjadi di dalam kereta ekonomi jurusan Depok-Kota. Ada saja kejadiannya, dari penjambretan, pelecehan seksual (biasanya jam-jam penuh penumpang). Seandainya ada petugas keamanannya, bisa mengurangi kriminalitas di kereta. (Darius Widyansyah)
Aksi penjambretan terjadi terhadap warga asing asal Australia. Dua warga yang juga pasutri itu terpaksa gigit jari saat uang sebesar Rp 100 juta yang ada di tas berhasil disambar oleh pelaku.
Sebagai polisi cepek alias Pak Ogah, penghasilan Deni cekak. Dia beralih profesi menjadi penjambret. Namun petualangan dia berakhir setelah betisnya ditembak polisi.
Bogem mentah melayang berkali-kali ke wajah Rofi'i yang ditangkap massa. Rofi'i ditangkap dan dihakimi karena merampas HP milik Iin yang sedang menunggu angkota.
Setelah menjambret tiga kali, Rofi'i (31) kena batunya. Aksi berikutnya di kawasan Jembatan Merah Plaza (JMP) membuat warga Jalan Hang Tuah mendapat bogem mentah.
Aksi penjambret satu ini memang naas. Setelah berkali-kali menjambret spesialis bus antar kota, kali ini aksinya berhasil digagalkan. Pelaku pun dihajar massa.
Sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga, itulah yang dialami duo jambret. Keduanya tersungkur setelah kakinya dihujani timah panas saat berusaha kabur.
Polisi tidur tak selamanya merugikan masyarakat. Sebab justru polisi tidur itu mampu membuat seorang penjambret ditangkap dan massa menggebuki beramai-ramai.
Kegiatan mengisi waktu luang yang dilakukan Rizki Ardianto (29) tidak patut ditiru. Karena untuk menunggu waktu senggangnya dia melakukan penjambretan.