Ekor Pesawat AirAsia QZ8501 telah tiba di Pelabuhan Panglima Utar Kumai, Kotawaringin Barat. Rencananya bagian pesawat ini akan dipotong hari ini, Senin (12/1/2015), supaya bisa dipindahkan ke gudang.
CEO AirAsia Tony Fernades berkomentar tentang adanya kabar penemuan black box oleh Kapal Negara (KN) Jadayat. Menurutnya memang ada sumber yang kuat terkait penemuan black box tersebut.
Tim Penyelam gabungan TNI AL kembali bersiap melakukan tugasnya. Kali ini fokus pencarian adalah blackbox AirAsia QZ8501 yang diperkirakan berada di dekat KN Jadayat.
Proses evakuasi black box yang ditemukan KN Jadayat dimulai lagi pagi ini oleh tim penyelam TNI AL. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pangkalan Bun, memprediksi cuaca di lokasi diprediksi turun hujan dengan intensitas ringan.
Izin terbang AirAsia QZ8501 ternyata tidak sah. Pemberi izin terbang di Bandara Juanda, Surabaya, mengklaim tak tahu AirAsia tidak punya izin terbang Minggu.
Tim penyelam TNI AL yang berada di KN. Jadayat berhasil menemukan Black Box AirAsia QZ8501 pada upaya penyelaman yang dilakukan Minggu (11/1) kemarin. Namun alat berisi rekaman di dalam pesawat sebelum jatuh itu, belum berhasil diangkat ke permukaan.
Pencarian AirAsia QZ8501 telah sampai pada hari ke-15. Setelah mengangkat bagian ekor pesawat AirAsia QZ8501 pada Sabtu (10/1/2015) kemarin, hari ini, pencarian difokuskan pada kotak hitam. Berikut perkembangan pencarian AirAsia QZ8501 hari ini.
Basarnas masih akan melakukan pencarian terhadap puing-puing dan jenazah korban Pesawat AirAsia QZ8501. Tak hanya mengerahkan kapal-kapal dan penyelamnya, Basarnas mengaku akan meminta bantuan nelayan untuk ikut mencari.
Kepala Basarnas Marsekal Madya FHB Soelistyo menegaskan pada pencarian hari kelima belas ini kembali tidak menemukan jenazah penumpang AirAsia QZ8501. Terkait kabar penemuan black box, Soelistyo juga belum berani memastikan.