Teknologi memang tidak dapat mencegah terjadinya bencana. Tapi dengan adanya teknologi setidaknya dapat meminimalisir kerugian yang ditimbulkan, mulai dari materi hingga korban jiwa.
Sejak zaman Belanda, Jakarta kerap menjadi langganan banjir. Pemerintah DKI Jakarta telah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi kerugian dari dampak bencana banjir. Salah satunya membangun sistem informasi bencana partisipatif.
Hujan deras membuat peningkatan ketinggian debit air di beberapa Pintu Air (PA), salah satu yang signifikan adalah Pintu Air Karet. Pintu Air di Karet ini sempat berstatus Aman (Siaga IV) namun kini sudah bencana (Siaga I).
Hujan besar disertai angin yang melanda Jakarta selama sekitar 2 jam, membuat beberapa ruas jalan terutama di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur terendam banjir. Meski demikian bendungan Katulampa masih dalam status normal.