Mahalnya harga daging sapi di pasaran disinyalir menjadi penyebab 7 pedagang bakso di Samarinda dan Kutai Kartanegara (Kukar) menggunakan bahan daging babi.
Bakso oplosan daging babi ditemukan di sejumlah wilayah di Jakarta. Oleh karena itu Gubernur DKI Jakarta Jokowi memerintahkan anak buahnya untuk terus menggelar razia agar konsumen tidak menjadi korban praktik dagang kotor itu.
Kasus bakso mengandung daging babi di Jakarta menjadi perhatian pemerintah pusat. Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa angkat bicara soal kasus sensitif tersebut.
Suku Dinas (Sudin) Peternakan dan Perikanan Jakarta Barat kembali melakukan sidak terhadap pedagang bakso satuan di Pasar Puri dan Pasar Kopro di Tomang Barat. Dari kedua tempat tersebut, bakso dari tiga pedagang dinyatakan positif mengandung daging babi.
Pasar Anyar Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, digegerkan dengan penemuan baso olahan yang mengandung daging babi di sekitar lokasi mereka. Pihak pengelola pasar menanggapi serius hal ini.
Mumu menjelasan para pembeli daging di Pasar Anyar Bahari memang rata-rata penjual baso dan ibu rumah tangga. Namun, ia meyakini tidak ada pedagang yang mengoplos dengan daging babi di pasar tersebut.
Para pedagang yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso Indonesia (Apmiso) mendatangi Wagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) soal kasus bakso babi.