Devi Andriani (35), ibu kandung Adit, akhirnya bisa bertemu dengan anaknya di RSUD Bangkinang, Kampar, Riau. KPAI meminta agar Adit tak buru-buru dibawa oleh ibu kandungnya tersebut.
Devi Andriani (35) jauh datang dari Medan untuk melihat buah hatinya Adit yang jadi korban kekerasan ibu tirinya. Sayangnya, bocah polos itu cuek dan menolak disuapi.
Devi Andriani (35), ibu kandung Adit, akhirnya tiba di Kampar Riau. Ia langsung menuju rumah sakit tempat Adit dirawat. Bagaimana suasana pertemuan mereka?
Hari Ibu adalah hari peringatan atau perayaan terhadap peran seorang ibu dalam keluarganya, baik untuk suami, anak-anak, maupun lingkungan sosialnya. Semua Ibu pasti menyayangi anak-anaknya. Namun ironis dengan apa yang dialami Aditya, bocah di Kampar, Riau yang dianiaya ibu tirinya.
Ervina alias Vina (36) ibu tiri Adit ini sempat mengaku kepada penyidik di Mapolres Kampar, Riau meraih gelar sarjana SE. Tapi di Medan, dia mengaku raih gelar SH.
Ibu kandung Adit, Devi Andriani (35), dari Medan menuju Kampar Riau untuk bertemu anaknya. Uwak atau paman berharap semoga Adit mengenal ibunya. Kenapa?
Dalam keadaan hamil tua, Devi Andriani (35) akhirnya berangkat ke Kampar, Riau. Dia berencana melihat dan jika memungkinkan membawa pulang anak kandungnya Raditya Atmaja Ginting alias Adit pulang ke Medan, Sumut.
Kisah malang Raditya Atmaja Ginting (Adit), bocah yang disiksa ibu tirinya di Kampar, Riau, mendapat sorotan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Megawati mengaku prihatin mendengar kasus Adit.
Adit, bocah malang dengan luka akibat siksaan ibu tirinya, memiliki seorang adik dari ibu tirinya Ervina. Usianya masih satu tahun dua bulan. Balita itu kini diasuh Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kampar, Riau.