"Presiden juga inginkan kita harus bisa kontrol timah. Kita produsen kedua terbesar di dunia sekarang. Tapi kita nggak bisa pengaruh apa-apa," kata Sofyan Djalil.
Indonesia adalah produsen timah terbesar kedua di dunia, dan juga eksportir terbesar. Meski begitu, harga timah dunia tak bisa serta merta dikendalikan oleh Indonesia.
PT Timah mengalami kerugian cukup besar akibat masih maraknya praktik penambangan ilegal di wilayah eksplorasinya. PT Timah mengaku rugi hingga Rp 20 triliun dalam kurun 2009-2014.
Maraknya penambangan timah ilegal di Babel, diakui Komisi VII DPR yang membidangi sektor energi sudah berlangsung lama. Namun, bila menutup paksa tambang ini dianggap bukan jalan keluar yang baik.
Menko Sofyan Djalil akan memanggil semua pihak terkait pertambangan timah di Indonesia, antara lain perusahaan tambang, pemilik smelter, eksportir dan lainnya.
Timah-timah asal Indonesia, khususnya dari Bangka Belitung (Babel) termasuk dari Riau, dan Kepulauan Riau diduga banyak diselundupkan ke Thailand dan Malaysia.
Para penambang timah ilegal tak hanya beraksi di darat dan laut. Mereka pun mengekploitasi tambang-tambang yang ada di hutan lindung dan hutan konservasi.