Otoritas AS mengeksekusi mati seorang pria berumur 58 tahun atas pembunuhan brutal. Sebelum disuntik mati, dia menangis saat meminta maaf pada keluarga korban.
Meski rumah itu tampak sederhana, siapa nyana bila malam banyak orang penting datang. Selidik punya selidik, tamunya minta 'doa' agar bisa duduk di kursi DPR.