PKS masih terus mengkomunikasikan arah koalisi menjelang Pilpres 2009. Partai berdominan warna hitam kuning itu tidak ingin tidak mempunyai pasangan alias jomblo.
Siapa dan dari mana tokoh yang bakal mendampingi SBY sebagai cawapres masih menjadi teka-teki. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang telah menyediakan 3 nama sebagai cawapres akan legowo jika SBY memilih dari partai lain.
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) getol memperjuangkan kadernya untuk mendampingi SBY dalam Pilpres 2009. PKS pun 'mengharuskan' cawapres SBY dari orang parpol.
Peta politik tanah air berubah total saat Ketua Umum Golkar, Jusuf Kalla (JK) mencalonkan diri sebagai capres dalam Pilpres 2009. JK, yang dulu diduga akan tetap menjadi cawapres SBY ternyata punya nyali untuk maju sendiri menuju RI 1.
PKS akan menggelar musyawarah Majelis Syuro. Salah satu agendanya membahas evaluasi hasil pemilu. Tapi soal cawapres pun akan ikut dibahas, menyusul cerainya Golkar dari Demokrat.
Keluarnya JK dari bursa cawapres SBY dan maju sebagai capres membuat sejumlah nama yang selama ini tidak masuk list menjadi 'laku' di bursa cawapres. Suryadharma, Din, Hidayat, dan Cak Imin Masuk Bursa Cawapres.
Pernyataan Ketua Tim 9 Partai Demokrat Hayono Isman bahwa PKS telah sepakat berkoalisi dengan Partai Demokrat dibantah Presiden PKS Tifatul Sembiring. Menurut Tifatul, keputusan resmi soal koalisi baru akan diambil dalam Sidang Majelis Syuro yang akan digelar 25-26 April 2009.