ATC Bandara Soekarno-Hatta melakukan pemanduan non radar terhadap pesawat-pesawat saat Uninteruptible Power Supply (UPS) I terbakar. KNKT menyebut tindakan yang dilakukan ATC telah sesuai dengan prosedural.
KNKT menyebut penyebab matinya radar di Bandara Seokarno-Hatta karena kapasitor yang mengalirkan listrik dari Uninteruptible Power Supply (UPS) I ke UPS II terbakar. Pihaknya kini masih menyelidiki penyebab terbakarnya kapasitor itu.
KNKT dilibatkan dalam penyelidikan matinya radar Bandara Seokarno-Hatta, Cengkareng beberapa minggu lalu. Hasil Awal investigasi KNKT, mengungkapkan radar di Bandara Soekarno-Hatta tidak mengalami kerusakan.
Salah satu faktor jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet di Gunung Salak, menurut KNKT bahwa Jakarta Radar belum dilengkapi Minimum Safe Altitude Warning (MSAW) yang berfungsi untuk daerah Gunung Salak. Apa tanggapan ATC Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng?
Mantan Menpera Suharso Monoarfa memantau hasil investigasi KNKT soal insiden pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak. Karena kecelakaan itu terbukti human error, dia pun jadi membeli pesawat itu dalam jumlah banyak.
Insiden kecelakaan pesawat Sukhoi yang menabrak Gunung Salak terjawab. Komite Keselamatan Transportasi Nasional (KNKT) mengumumkan, ada human error karena kesalahan sang pilot. Mungkinkah Sukhoi uji terbang lagi di Indonesia?
Komite Nasional Keselamatan Transportasi akhirnya menyimpulkan kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 yang menewaskan 45 penumpangnya adalah akibat human error. Tapi tak demikian kata pengamat penerbangan sipil Dudi Sudibyo. “Tak hanya faktor pilot yang berperan,” ujarnya. “Apakah sebelumnya ada briefing pilot dengan petugas air traffic control?”
Komite Nasional Keselamatan Transportasi akhirnya menyimpulkan kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 yang menewaskan 45 penumpangnya adalah akibat human error. Tapi tak demikian kata pengamat penerbangan sipil Dudi Sudibyo. “Tak hanya faktor pilot yang berperan,” ujarnya. “Apakah sebelumnya ada briefing pilot dengan petugas air traffic control?”