Pada triwulan I-2015, pertumbuhan kredit diperkirakan melambat seiring masih rendahnya kebutuhan pembiayaan dari nasabah. Sementara itu, tren kenaikan suku bunga kredit diperkirakan masih berlanjut pada triwulan I-2015.
Wall Street kembali menutup perdagangan dengan negatif di hari kelimanya berturut-turut. Jatuhnya harga minyak dunia dan melambatnya pertumbuhan sektor jasa di AS memberi tekanan.
Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir Oktober 2014 membengkak 10,7% (yoy) jadi US$ 294,5 miliar, meningkat dibandingkan dengan posisi akhir September 2014 sebesar US$ 292,3 miliar.
Perekonomian AS terus membaik, dan mampu mencetak pertumbuhan ekonomi 5% pada kuartal III-2014. Naik dibandingkan pertumbuhan ekonomi kuartal sebelumnya, yaitu 4,6%.
Pertumbuhan ekonomi 7% merupakan target yang dicanangkan Presiden Joko Widodo dalam masa pemerintahannya. Menkeu Bambang Brodjonegoro mengatakan, pertumbuhan ekonomi 2015 dan 2016 belum bisa mencapai 7%.