Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan pemenang tender surat suara Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2009. Adapun rapat pleno penetapan dilakukan 28 Mei malam.
Kendati juru bicara KPK Johan Budi mengatakan akan menggeledah rumah salah satu mantan kepala cabang Bank Jabar Entin Kartini, namun hingga kini tidak tampak kehadiran KPK. Dari pantauan detikbandung, sampai pukul 16.50 WIB rumah Entin masih sepi.
KPK yang rencananya bakal menggeladah rumah salah satu mantan pejabat Bank Jabar Entin Kartini di Perumahan Mitra Dago Parahyangan mendapat perhatian sejumlah petugas kepolisian.
Tiga hari terakhir, kediaman Mantan Dirut Bank Jabar Umar Syarifuddin di Jalan Batununggal kerap didatangi tamu. Tak hanya itu, polisi juga seringkali berpatroli di sekitar komplek dengan menggunakan sepeda motor.
Selain kediaman Mantan Dirut Bank Jabar-Banten Umar Syarifuddin, KPK juga akan menggeledah rumah Heri Ahmad yang ternyata saat ini posisinya merupakan salah satu direksi aktif Bank Jabar. Sementara itu Entin Kartini, diketahui pensiunan kepala cabang.
Rumah mewah Mantan Dirut Bank Jabar-Banten Umar Syarifuddin yang berada di Jalan Batununggal terlihat sepi. Menurut satpam rumah, dari pagi hingga siang ini, belum terlihat orang yang datang ke rumah mewah itu.
Terkait kasus dugaan korupsi di Bank Jabar-Banten, tim KPK akan menggeledah rumah mantan Dirut Bank Jabar Umar Syarifuddin yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Selain itu ada tiga rumah lainnya yang akan digeledah dengan kepemilikan orang yang berbeda.
Di pinggiran Jalan Kautamaan Istri, setiap harinya Abas Sani (50) berkutat dengan batuan-batuan mineral di kiosnya yang berdinding kayu. Selama 30 tahun Abas berprofesi sebagai pengasah batuan, tempat servis dan penjual batu cincin.
Gentra Parahyangan, grup kesenian khas Sunda yang seluruh anggotanya adalah pegawai PT Kereta Api Indonesia (KAI) di lingkungan Daop II Bandung rupanya tak hanya tampil di Stasiun Bandung.