Musim bom kreatif, frase tersebut sepertinya tepat disematkan pada Indonesia saat ini. Betapa tidak, dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, publik dikejutkan dengan banyaknya paket yang ditengarai sebagai bom.
Tiga manuskrip kuno Indonesia diusulkan sebagai Memori Dunia atau Memory of The World. Peninggalan tertulis masa lalu yang telah masuk nominasi UNESCO tahun ini yaitu Babad Dipanagara atau Autobiographical Chronicle of Prince Dipanagara (1785-1855), La Galigo, dan Mak Yong Documentation.
Gunung Bromo meletus. Letusannya kian membuatnya semakin eksotis. Eksotisme itu pula makna yang diusung dalam pandangan metafisis. Taklah heran jika warga Tengger tenang-tenang saja.
Masa depan anak bangsa dipertaruhkan di pundak dua juta guru. Kemuliaan dan keikhlasan mereka akan membawa kepada Indonesia yang lebih baik dan berkah. Bukan mustahil Indonesia akan menjadi pelopor peradaban di Asia dan Dunia.
Di tingkat elit juga tak jauh berbeda. Kasus Gayus, mungkin bisa dijadikan refleksi atas kondisi permasalahan masyarakat saat ini. Mental ogah bayar hutang ini juga terjadi pada masyarakat yang, katanya, lebih 'beradab'.