Sebanyak 700.000 tiket elektronik single trip atau tiket sekali jalan KRL Commuter Line Jabodetabek hilang dibawa penumpang. Apa kata Menteri BUMN Dahlan Iskan?
Sejak penerapan e-ticketing, perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) banyak mengalami keterlambatan. Sebab waktu berhenti di stasiun lebih lama. Namun hal itu bukan penyebab.
PT KAI optimistis KRL Jabodetabek bisa melayani hingga 1,2 juta penumpang per hari di 2018. Sementara saat ini, KRL Jabodetabek baru mengangkut sekitar 550.000 penumpang per hari.
Untuk mengurai antrian tiket KRL, Direktur Utama KAI Ignasius Jonan mengajak para penumpang KRL agar beralih menggunakan kartu berlangganan atau multi trip.
Antrean penumpang KRL Jabodetabek mulai terurai di stasiun-stasiun. Antrean di loket penumpang sudah mulai berkurang pasca pemberlakukan tarif progresif dan sistem e-ticketing sejak 1 Juli lalu.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah menurunkan tarif KRL Commuter Line Jabodetabek. Pasca penurunan tarif ini, jumlah penumpang KRL pun ikut naik dratis.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) menganjurkan para pengguna reguler KRL untuk membeli kartu Multi Trip atau terusan untuk KRL Jabodetabek. Apa keunggulannya?