Amerika Serikat melakukan upaya diplomatik tingkat tinggi pertama untuk mengakhiri perang Armenia dan Azerbaijan di tengah korban mencapai 'hampir 5.000 orang'.
Suriah memastikan keterlibatan gerilayawan oposisi dalam konflik antara Armenia dan Azerbaijan di Nagorno-Karabakh. Pernyataan itu kian menyudutkan Turki.
Korban tewas akibat ledakan di Lebanon mencapai 154 orang dan ribuan lainnya terluka. Pemerintah setempat menyatakan kerugian mencapai sekitar Rp73 triliun.
Banyak warga Beirut marah atas kelalaian pemerintah yang menyebabkan ledakan dahsyat. Pemerintah Lebanon bereaksi dengan mengumumkan keadaan darurat dua pekan.
Dubes RI untuk Lebanon, Hajriyanto Thohari, mengantisipasi kesulitan pasokan makanan dalam beberapa hari mendatang setelah ledakan dahsyat di Pelabuhan Beirut.