Presiden SBY terus berharap agar konflik di Suriah segera selesai. Tidak ada pengerahan militer asing ke negara tersebut. Jika solusi damai yang dipilih, SBY mengatakan Indonesia siap menempatkan TNI di Suriah sebagai peace keeping force.
Pemerintah Iran menentang keras rencana aksi militer Amerika Serikat ke Suriah. Diiingatkan bahwa aksi militer itu akan memicu "krisis yang lebih dalam" dan "mengobarkan perang regional".
Para pemberontak di Suriah dikabarkan tengah bersiap untuk menyerang Israel dengan senjata kimia. Serangan itu akan dilancarkan dari wilayah-wilayah yang berada di bawah kendali pasukan rezim Suriah.
Hingga saat ini, hasil pemeriksaan senjata kimia di Suriah oleh PBB belum diumumkan. Jika nantinya terbukti, Sekjen PBB Ban Ki-moon menegaskan pelakunya harus ditindak secara hukum.
Rusia mengatakan akan mendesak Suriah agar menyerahkan kontrol senjata kimia mereka ke tangan internasional untuk mencegah serangan militer Amerika Serikat.
Presiden Suriah Bashar al-Assad menyampaikan bantahan terkait serangan kimia yang mendasari rencana aksi militer AS ke Suriah. Assad menyerukan kepada parlemen AS untuk menolak rencana tersebut.
Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengatakan ia dan para menteri luar negeri Liga Arab sepakat bahwa dugaan penggunaan senjata kimia di Suriah melanggar "garis merah global".