Sisa-sisa permukiman bangsawan yang hidup zaman Majapahit kembali ditemukan di Mojokerto. Kompleks permukiman elit itu diperkirakan seluas 500 meter persegi.
Sekelompok mahasiswi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) membuat batu bata yang disebut tahan gempa. Batu bata ini dibuat dari ampas tebu, limbah pabrik gula.
Jejak kekuasaan Raja Girindrawardhana Dyah Ranuwijaya, penguasa Majapahit akhir banyak ditemukan di Mojokerto. Bukti ini memunculkan hipotesis keraton Majapahit