Ahmad, pesepeda yang membawa bom berskala rendah di Kalimalang, Bekasi telah menjalani tes kejiwaan. Tes ini dilakukan karena Ahmad memiliki perilaku aneh.
Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri menegaskan pembawa bom rakitan yang meledak di dekat Pos Polantas Pasar Sumber Arta, Bekasi, Ahmad (38), masih diinterogasi. Jaringan dan kepentingan sang pelaku terus didalami.
Serigala kesepian, begitu istilah sebagian orang untuk menyebut Ahmad yang meledakkan peledak di Kalimalang, Bekasi. Aksi serigala kesepian ini menakutkan karena sulit diidentifikasi sejak awal. Bagaimana fenomena ini muncul?
Sederhana. Kesan itu ditangkap oleh pengamat terorisme, Al Chaidar, terhadap bom rakitan yang dibawa Ahmad dan meledak di Kalimalang, Bekasi, pada 30 September kemarin.
Apakah Ahmad alias Abu Ali bekerja sendiri dalam merakit dan melakukan peledakan di Kalimalang, Bekasi? Pertanyaan itu belum terjawab. Namun bisa saja pelaku peledakan tersebut hanyalah orang iseng.
Di kantong pelaku peledakan di Kalimalang Bekasi, Ahmad alias Abu Ali, ditemukan dua lembar surat berisi ancaman pada "sekutu setan". Namun polisi tidak merasa terancam dengan surat tersebut.
Masyarakat dan aparat keamanan diminta untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi aksi terorisme yang mungkin mengancam, pasca ledakan di Kalimalang pada 30 September.
Ahmad alias Abu Ali, pelaku peledakan di Kalimalang, Bekasi, belum bisa dimintai keterangan oleh polisi. Sebab kini Ahmad belum bisa berkomunikasi dengan lancar karena lehernya terluka.
Ahmad (38) dinilai hanya sekedar simpatisan pelaku teror. Dia tidak berafiliasi dengan kelompok manapun. Salah satu cirinya adalah dari benda-benda yang dibawa Ahmad.