Sebelas caleg hampir dipastikan melenggang ke Senayan dengan perolehan suara di atas bilangan pembagi pemilih (BPP). Peringkat pertama diraih oleh Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas, yang juga putra SBY.
Politisi PDIP dan PD terlibat perdebatan sengit terkait kasus money politics yang sempat menyeret nama Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas sebelum pileg 9 April lalu. Keduanya saling klaim terkait reaksi cepat polisi menangani masalah tersebut.
Anggota DPR mempertanyakan perlakuan istimewa Polri terhadap "putra mahkota" Presiden SBY, Ibas. DPR menilai Kapolri men-standarisasi pelayanan terhadap masyarakat.
SMK2DPT mengecam sikap kepolisian yang menolak laporan warga negara yang kehilangan hak pilih dalam Pemilu 2009. Karenanya, Komnas HAM diminta mendesak Presiden SBY untuk memerintahkan polisi menerima laporan masyarakat tersebut.
Rekapitulasi penghitungan suara untuk Dapil VII baru dua kabupaten yang diselesaikan. Namun, perolehan suara Ibas di Pacitan dan Trenggalek sudah semakin tak terkejar. Diprediksi, peluang putra SBY ini lolos ke senayan semakin terbuka.
Polisi menolak laporan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengenai surat suara tertukar yang dianggap sah oleh Komisu Pemilihan Umum (KPU). Atas penolakan tersebut, polisi pun mendapatkan sindiran.
Meski sempat ditempa isu politik uang namun suara untuk Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas tetap besar di Pacitan. Di TPS 01 Kelurahan Ploso, tempat tinggal masa kecil SBY, caleg Partai Demokrat nomor urut 3 itu mendapat perolehan suara 275.
Meski diterpa isu politik uang, namun perolehan suara Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) di Pacitan tetap tak tergoyahkan. Di TPS 01 Kelurahan Ploso caleg dari Partai Demokrat nomor urut 3 itu mendapat perolehan suara 275.