Di tengah situasi semakin memanas, Korut terus saja melakukan tindakan provokatif. Kali ini, negara komunis ini memindahkan dua rudal ke pantai timur dan mempersiapkannya untuk diluncurkan.
Korut kian gencar melontarkan ancaman perang terhadap Amerika Serikat dan sekutunya, termasuk Korsel. Atas ancaman ini, mayoritas publik AS menyatakan bahwa AS harus mendukung Korsel jika diserang Korut.
Korut kian gencar melontarkan acaman-ancaman perang terhadap Amerika Serikat dan sekutunya. Pemerintah AS pun mengambil semua langkah pencegahan yang diperlukan terkait ancaman itu.
Korut mengancam akan melancarkan serangan nuklir terhadap AS. Namun mantan Dubes AS untuk PBB mencetuskan, serangan Korut terhadap AS berarti bunuh diri. Korut pun diyakini tak akan melakukan serangan itu.
Hubungan Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan serta sekutunya Amerika Serikat tengah memanas. Korut bersiap menghadapi peperangan dengan meluncurkan senjata nuklir. Pabrikan AS yang memiliki pabrik di Korea, General Motors bersiap dengan kemungkinan terburuk.
IHSG diperkirakan akan bergerak mixed meski dapat sentimen positif dari pakte stimulus Jepang. Ancaman Kores Utara yang mengancam keamanan dunia membuat pelaku pasar tertekan.
AS menerjunkan satu batalion pasukan khusus yang biasa menangani serangan nuklir ke Korsel. Hal ini sebagai antisipasi terhadap ancaman nuklir yang berulang kali dilontarkan Korut.