Charlie Javice mentereng namanya walau usianya masih muda, tapi dia dituding melakukan penipuan besar. Dia meluncurkan perusahaannya yang bernama Frank.
JP Morgan Chase melaporkan petinggi startup Frank, Charlie Javice dan Oliver Amar, atas tuduhan pemalsuan data. Rupanya, ia pernah masuk '30 Under 30' Forbes.