WHO melanjutkan ujicoba obat malaria hidroksiklorokuin usai penelitian menyebut obat itu dianggap meningkatkan risiko kematian pasien Corona, ditarik kembali.
Di banyak negara, angka kematian COVID-19 menunjukkan penurunan dibandingkan saat awal pandemi. Namun pakar mengingatkan untuk melihat penyebab kematian itu.
Dari tahun 1918 -1920, pandemi flu Spanyol melanda dunia dan menginfeksi lebih sepertiga penduduk dunia, dengan angka kematian sekitar 40 sampai 50 juta.
"Risikonya kalau saat ini tidak ada transmisi di kawasan padat, maka suatu ketika akan jadi bom waktu. Penularan bisa tiba-tiba meningkat dengan sangat cepat."