Korban komplotan predator anak di JIS diduga masih banyak. Sayang, sekolah terkesan tak mendukung investigasi polisi. Orang tua murid pun setali tiga uang.
Korban komplotan predator seks di JIS diduga masih banyak. Sayang, sekolah terkesan tak mendukung investigasi polisi. Orang tua murid pun setali tiga uang.
Jakarta International School (JIS) merasa merasa tersudut dengan perkembangan berita kasus pelecehan seksual terhadap murid di sekolahnya. Kasus ini dikait-kaitkan dengan izin pendirian JIS.
Bunda korban kekerasan seksual di TK JIS menegaskan bahwa ia tidak pernah menerima sumbangan atas kasus yang menimpa anaknya. Penegasan ini diungkapkan Sang Bunda untuk menanggapi pesan berantai yang beredar.
Polisi sudah menetapkan enam orang sebagai tersangka kasus kekerasan seksual di JIS. Dari jumlah tersebut, satu tersangka bunuh diri. Namun jangan lupakan peran si guru 'predator' William James Vahey.
Salah satu pelaku kejahatan seksual di TK Jakarta International School (JIS), Afrischa diketahui mengontrak di daerah Cinere, Depok. Pemilik kontrakan kaget mengetahui Afrischa tersangkut kasus tersebut.
Nama Azwar (28) mendadak terdengar sebagai tersangka kasus kekerasan seksual di JIS justru ketika dia dinyatakan tewas bunuh diri oleh polisi. Padahal dalam jumpa pers beberapa jam sebelumnya, namanya tak tersebut.
Ibu dari Azwar, tersangka kejahatan seksual di JIS tak menyangka akan berpisah dengan putranya sedemikian cepat. Azwar, anak kedua dari empat bersaudara, mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri di toilet Polda.