Syarifuddin yang paspornya digunakan saudaranya, M Nazaruddin, untuk kabur ke Kolombia, diduga masih berada di Medan. Imigrasi Polonia, Medan, kini mencarinya ke sejumlah alamat.
Perlu ada perlindungan terhadap keselamatan buronan KPK, M Nazaruddin. Sehingga tersangka sejumlah kasus dugaan suap proyek pemerintah dan pencemaran nama baik itu mengungkap semua informasi yang disampaikan dari persembunyian.
Pihak Imigrasi Polonia, Medan belum bersedia memberikan alamat rumah yang disampaikan Syarifuddin. Namun yang bersangkutan diketahui berstatus sebagai dosen.
M Nazaruddin rupanya diketahui memakai paspor saudaranya Syarifuddin untuk kabur ke Kolombia. Imigrasi Polonia yang mengeluarkan secara resmi paspor itu, kini mencari keberadaan Syarifuddin.
M Nazaruddin bisa dipulangkan ke Indonesia dari Kolombia dengan cara ekstradisi atau deportasi. Namun sepertinya, opsi deportasi yang akan dipilih pemerintah karena Nazar terbukti memakai paspor orang lain.
Sebelum M Nazaruddin berulah dengan paspor, Gayus Tambunan pernah melakukan hal serupa. Kasus pemalsuan paspor Gayus kini masuk tahap tuntutan. Jaksa menuntut 3 tahun penjara.
M Nazaruddin akhirnya tertangkap di Cartagena, Kolumbia. Presiden SBY menyerahkan proses hukum Nazaruddin pada KPK. Apa yang diungkap Nazaruddin akan berimplikasi banyak, dipastikan akan ada pembersihan di internal Partai Demokrat (PD).
"Ya saya kira yang di Banggar, karena dia kan petualang di Banggar. Tapi baguslah, uang untuk rakyat tidak diselewengkan lagi jadinya di Banggar," Ketua DPP PD bidang Advokasi dan Bantuan Hukum, Denny Kailimang.