Politisi senior Partai Golkar Zainal Bintang menyebut nama Jusuf Kalla, Akbar Tandjung, Luhut Panjaitan, dan Priyo Budi Santoso sebagai cawapres dari Partai Golkar yang ditawarkan ke parpol lain. Hal itu kata dia, disetujui Ical.
Tokoh-tokoh parpol dan ormas Islam berkumpul di rumah pengusaha Hasyim Ning membahas peluang koalisi untuk Pilpres 2014. Namun sayangnya pimpinan dari ormas-ormas Islam besar tak datang.
"Pak Hatta ini, kalau boleh saya sebut, manusia setengah dewa lah. Dia menjadi menteri di empat zaman presiden. Belum ada tokoh yang lain yang seperti itu. Ini menjadi daya tarik tersendiri," tutur Taufik saat dihubungi, Kamis (17/4/2014).
Internal PAN terbelah dua soal pasangan capres-cawapres. Sebagian mendukung Prabowo-Hatta Rajasa (Prabowo Berjasa) sebagian menggalang 'Perwira' alias Pendukung dan Relawan Jokowi-Hatta Rajasa.
Capres PDIP Joko Widodo (Jokowi) bagai sebuah magnet yang menarik banyak parpol agar lebih dekat dengannya. Efek magnet Jokowi dinilai akan dapat mengantarkan pria asal Solo ini menuju kemenangan pada pilpres mendatang.
Untuk jadi poros utama koalisi parpol harus memenuhi dua syarat. Yang pertama adalah memiliki kekuatan besar di Pileg dan kedua memiliki capres yang kuat. Golkar melewatkan dua syarat tersebut.
Setelah hasil Pileg yang tidak memuaskan, semua pihak bertanya-tanya soal nasib konvensi capres PD. Peserta konvensi seperti Marzuki Alie bahkan meminta semua capres PD dikembalikan ke SBY untuk ditawarkan ke parpol lain. Lalu bagaimana menurut komite konvensi?
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto memegang prinsip filosofi 'pohon pisang' dalam menghadapi berbagai kampanye hitam yang dilancarkan pesaingnya terhadap Prabowo. Dari hasil Pileg 9 April lalu, Prabowo effect secara kasat mata hasilnya terlihat jauh lebih baik dibanding Jokowi effect.