Menindaklanjuti Surat Sdri. Nita Ekasari di Detik.Com pada tanggal 27 Januari 2011 dengan judul "Keberatan Atas Suku Bunga KPR BTN", dengan ini kami sampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami.
Menindaklanjuti Surat Sdr. Anis Ahmad di Detik.Com pada tanggal 09 Januari 2011, dengan ini kami sampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) berencana menerbitkan obligasi subordinasi alias subdebt senilai R 2 triliun. Surat utang ini rencananya meluncur di semester II-2011.
Pada perdagangan hari ini (11/5), IHSG diperkirakan akan bergerak pada kisaran 3,768-3,824 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. BMRI, MYOR dan BBTN.
Pemerintah tengah mengupayakan rumah murah untuk pegawai bergaji rendah, seluas 36 meter persegi seharga Rp 20 juta sampai Rp 25 juta. Bunga kredit yang diberikan hanya 5-6,4%.
Ada 10 pengembang properti yang mendukung program subsidi kredit rumah atau Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang telah bergulir 1 Oktober 2010 lalu.
Ketidakjelasan pungutan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) di daerah menjadi kendala Bank Tabungan Negara (BTN) menggenjot KPR di awal 2011.